Open House Tara Salvia

Siapa tau ada yang berminat hehehehe

Open_house

                            

Semua tentang percaya..

Belakangan ini pikiran gue berputar sekitar kenapa mudah sekali orang mendapat musuh. Kenapa cepat sekali suatu hubungan yang tadinya harmonis menjadi disharmonis.. Kenapa sepasang manusia yang tadinya mesra bisa menjadi seperti sepasang musuh yang siap melontarkan senjata-senjata menyakitkan...

Ada yang bilang karena sudah tidak ada lagi saling pengertian.

Ada yang bilang karena ada perubahan pada salah satu pihak (padahal dua pihak dalam satu hubungan)

Ada yang bilang karena keegoisan.

Ga tau ya... gue sendiri berpikir bahwa ketika suatu hubungan tidak lagi memberikan rasa nyaman pada diri kita, disitulah kita mesti berpikir bahwa ada yang salah dalam hubungan itu...

Rasa nyaman itu lebih masuk ke dalam kita ketimbang di permukaan. Dan rasa nyaman itu bisa diberikan oleh rasa percaya.

Iya, percaya.

Menurut gue, soal si A tukang ngambek, si B ga bisa kerja sama, si C ga bisa jaga rahasia, si D atheis, si E cerewet, si F kaya, si G suka pamer, si H sombong, si I suka ganti-ganti pacar, si J suka belanja belanji dan lain-lain adalah karakteristik dan pilihan masing-masing.. Bukan urusan kita kalo mereka itu begini begitu...

Definisi percaya pun jadi sumir. Karena ketika si A, B atau C ga jujur tentang dirinya sendiri pada kita, itu pun bukan urusan kita... Tapi, rasa percaya adalah sumber kenyamanan dari suatu hubungan.

Menurut gue, baru jadi urusan kita kalau ketidakjujuran itu menyangkut orang lain, melibatkan kita... Kalau si A ga jujur sama diri sendiri mah itu urusan dia... Kalau si B memilih untuk tidak menceritakan latar belakangnya itu pilihan dia... Tapi kalau si C bilang ke D begini, kemudian bilang ke E begitu, lalu ke F begono... itu ga beres.. apalagi kalo C, D, E dan F merupakan teman satu kelompok, dan topik yang disampaikan C merupakan topik bersama...

Kalau topiknya hanya masalah sepele mungkin bisa diacuhkan... tapi kalau topiknya uang?? Wah.. bisa berabe tuh..

Jangankan yang ga sedarah, yang sedarah, sekandung pun bisa saling bunuh-bunuhan kalau udah menyangkut uang...

Tapi, sebenarnya ga ada masalah yang ngga bisa diselesaikan.. Hanya tinggal kemauan aja dari yang bersangkutan... Kalaupun suasana jadi ga enak, yah itu hanya masalah komunikasi aja kan??

   

Ya kan?

Aida ulangan matematika untuk yang pertama kali pada hari Selasa, tanggal 28 Agustus 2007 kemaren... Setelah gue pusing-pusing mikirin apa dia bisa? apa dia ngerti...? hehhehehe... ternyata suatu kekuatiran yang ga beralasan... Sebuat peringatan buat gue untuk terus nyadar bahwa setiap anak memang punya potensti yang berbeda...

Nah, ini mengenai ulangan itu sendiri...

Setelah secara 'sambil lalu' disampaikan bahwa "Aida sudah mengerjakan ulangan dengan baik dan mandiri", maka pada hari Jumat tanggal 31 Agustus kemaren gue dapet deh hasil ulangan dalam bentuk nyata...

Ada lembar kerja yang dibagikan (ehm, harus dikembalikan juga sih).. Oiyaaaaa... ada catatan juga bahwa hari Selasa tanggal 4 September ada ulangan Bahasa Indonesia... hihihi... gue berusaha untuk ga panik hehehehe... (bo'ong banget klo ga bertanya-tanya dehhhhhhhhh). Nah di folder yang isinya lembar kerja itu ada dua bagian, bagian matematika (termasuk hasil ulangannya) dan bagian bahasa Indonesia...

Gue liat ulangan matematikanya, nilainya okeeeeee.... kalo pake ukuran kuantitas yaaaahhh... cuma salah setengah hehehehe.. Itu juga karena dia main coret-coret aja...

Ada jawaban 'esai', si anak diminta untuk memilih dan menuliskan "binatang yang jumlahnya paling banyak". Aida jawab: "Rusa Kutub", padahal di gambar itu "cuma" rusa totol yang kayak di istana bogor hahahahaha... (Ga disalahin bok!!). Terus ada pertanyaan lagi "kenapa?". Aida jawab :"Karena binatang yang paling banyak itu rusa kutub, YA KAN....?"

Ya kaaaaaaaaaaaaan???? huahahahahahahahahahahaaaaa....... Ada "Ya Kan"-nya.... huahahahahahahahaaaa.........